Pesan Seorang Tukang Becak Kepada Anaknya
Seperti pekatnya malam tanpa bulan
Hanya tersinari oleh lilin kecil yang bernafas tua
Kehidupan yang selayaknya disebut sampah
Bau, tak berguna, dan terus disingkirkan
Begitulah jalan hidup seorang pengayuh becak di metropolitan
Tertindas oleh kebijakan pihak yang tak bertanggung jawab
Hari ini, lihatlah anakku
Satu-satunya sumber penghasilanku dihancurkan lalu dibuang ke laut
Hanya karena dirasa mengganggu jalannya pejabat yang numpang lewat
Jalan-jalan besar di negri ini masih kurang lebar anakku
Sehingga meskipun rakyat sudah mengalah pejabat tetap tak puas
Bukan salah bunda mengandung
Tapi mungkin takdir yang tergambar di tangan kasar tak berbakat
Pelajaran hidup, Jadikan pelajaran berharga dalam hidupmu nak
Kumpulkan ilmu dan manfaatkan waktu selagi kau masih muda
Karena sesal kemudian tiada guna
Hanya tangis, lara, serta sengsara yang tersisa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar