TUJUAN

Tujuan penulis.
Secara pribadi penulis berkeinginan untuk menjadikan blog sebagai wadah untuk menorehkan segala hal yang penulis rasa pantas untuk dipublikasikan, segala bentuk kegiatan, pendapat, dan keinginan, serta segala hal yang terlintas dalam otak penulis. Dengan begitu penulis dapat menjadikan blog pribadi sebagai penelusur jejak hidup penulis dan hal apa saja yang terjadi dalam hidup penulis.
Segala hal yang terdapat dalam blog ini, baik tulisan maupun gambar ataupun dalam bentuk media lain adalah murni dari kreativitas si penulis, jika terdapat kesamaan dengan karya orang lain itu mungkin karena ketidaksengajaan atau unsur kebetulan, oleh karena itu mohon dimaafkan.
Kepentingan Publikasi,
Hak cipta dilindungi oleh Tuhan YME, siapa saja diperbolehkan untuk mengutip sebagian atau keseluruhan segala bentuk tulisan yang terdapat dalam blog selama mencantumkan tautan balik atau "link back" atau dengan terlebih dahulu izin kepada penulis.

Terimakasih.

Pengikut

RENUNGANKU




Renungan  untuk temanku
 Hikmah di Balik Ujian Allah
Pernahkah kita bertanya pada hati kita arti sebuah keadilan dalam setiap sujud kita? Mungkin kita pernah berfikir mengapa orang yang lebih jahat dari kita malah justru lebih beruntung dari kita?



Mengapa orang yang tak pernah memberi atau bahkan tak pernah sekalipun menoleh terhadap orang susah malah diberi rizki banyak?



Dan pernahkah kita menyalahkan Allah disaat musibah menghampiri kita atau bila harapan dan keinginan kita tidak tercapai?



Semua pertanyaan tersebut terjawab dalam QS. Al Ankabut:2, yang artinya ”Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan ’kami telah beriman’ dan mereka tidak di uji”.



Benarlah firman Allah tersebut. Hari ini Islam sudah mendekati sebagaimana awalnya. Manusia yang hijrah untuk komitmen dalam Islam yang benar pastilah akan mendapat ujian dan cobaan. Apakah semua itu membuat surut langkah kita dalam menapaki kebenaran? Sesungguhnya ujian adalah untuk membedakan mana orang yang keimanannya benar dan mana yang tidak. Ujian bisa jadi bukti atau manifestasi cinta Allah kepada hambanya. Hikmahnya dengan cobaan dapat merontokkan dosa-dosa kita sebagaimana pohon jati di musim kemarau. Dan yakinlah Allah tidak akan membebani kita di luar kemampuan kita.



Sabar adalah amal hati yang harus dibangun saat kesulitan datang. Dan istiqomah terhadap kebenaran adalah salah satu wujud sabar.



Di atas langit masih ada langit. Dalam penderitaan dan kesulitan kita masih ada yang lebih menderita dan sulit daripada kita.
Mungkin lebih baik bagi kita untuk belajar memahami arti dari kesulitan dan pada akhirnya Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya yang selalu bersyukur dan berusaha untuk bersabar, dan Allah tak akan menyiakan keimanan kita. Malam yang pekat adalah tanda cahaya fajar akan tiba. Di akhir penderitaan akan ada kebahagiaan. Begitulah sunnatullah.


Kesimpulannya hadapilah apa yang ada di hadapan kita. Manfaatkan kesempatan yang Allah berikan kepada kita. Namun hasilnya tetaplah mutlak ketentuan Allah. Yakinlah bahwa ketentuan itulah yang terbaik bagi kita.
Terimakasih telah menjadi temanku


Renungan tentang orangtuaku

Pencarian Jati Diri

Banyak orang bilang, masa remaja adalah masa dimana kita mencari siapa jati diri kita sebenarnya. namun hingga menginjak tahun 2011 dan pastinya umurku akan memasuki kepala"dua", sampai saat inipun aku masih bingung dengan diriku, aku masih belum tahu apa kelebihanku, apa bakatku, apa tujuan hidupku, dan mau kemana aku hendak langkahkan kakiku.
Banyak hal yang aku lakukan, dan pengalamanpun telah aku kumpulkan. Banyak pula rencana yang telah aku susun untuk aku citakan. Tapi kerikil-kerikil kecil itu terlalu tajam, hingga membuat aku tak sanggup melangkah. Namun di sana, di jauh mataku memandang, dua sosok idolaku meneriakiku dengan dukungan dan semangat "ayo anakku, bangkitlah. Kamu pasti bisa."
ya, orang tuaku, mereka adalah tujuan hidupku, mereka tongkatku, mereka pula nafasku.
ibuku, yang telah melahirkanku, dengan bertaruh nyawa di saat mengantarkan aku ke dunia yang fana ini. Ibuku yang menyusuiku hingga umurku genap dua tahun. Ibuku yang merawatku, mendidikku, mengajariku, menasihatiku. Banyak hal yang ibuku berikan untukku, dari detik nafas pertamaku, tangis kecilku, hingga bentakan yang kuhadiahkan kepadanya saat aku sudah mulai mengenal keegoisan.
Ayahku, dia penopang hidupku, susah payah dia lakukan semua pekerjaan untuk membesarkan aku, menyekolahkan aku. Satu keinginan yang terucap dari dirinya untukku, satu harapan yang dia panjatkan untukku adalah melihatku bisa menjadi wanita yang sempurna. Wanita sempurna, wanita dewasa, wanita terhebat, yaitu wanita yang benar-benar tau kodratnya sebagai wanita.
Ibu, Ayah...
terus dukung aku, do'akan aku, percayalah padaku, bahwa anak wanitamu ini akan bisa menjadi apa yang kalian harapkan dan panjatkan selama ini.amin.
Teruslah tersenyum, oh ibuku, ayahku, sungguh senyum kalian adalah surga dunia untukku.
dan membuat kalian terus tersenyum adalah janjiku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar